Pemanfaatan Limbah Industri dan Peternakan sebagai Bahan Baku Pupuk Organik Solusi Masalah Lingkungan dan Program Ketahanan Pangan

Dipa Aditya, Ni Dewi Ambal Ikka, Dedy Sekarmaji, Edwin Pondi Suwanto

Sari


Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku pupuk organik merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Peningkatan aktivitas industri agroindustri dan peternakan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur, menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, limbah tersebut masih mengandung unsur hara dan bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembenah tanah maupun pupuk organik. Oleh karena itu, pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik tidak hanya berfungsi sebagai solusi pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi industri dan masyarakat. Namun demikian, penggunaan masing-masing limbah secara tunggal sering kali belum menghasilkan kompos yang memenuhi persyaratan mutu pupuk organik sesuai SNI 7763:2018 dan Permentan 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Pupuk Organik Padat maupun standar teknis pupuk organik lainnya. Kandungan unsur hara makro (N, P, K), rasio C/N, kadar air, pH, dan kandungan bahan organik pada setiap limbah sangat bervariasi sehingga diperlukan formulasi atau pencampuran bahan yang tepat untuk memperoleh kompos dengan kualitas yang memenuhi standar Berdasarkan hasil Analisa diketahui bahwa Limbah Industri Filter Aid dan Limbah Peternakan Kotoran Sapi dapat dijadikan bahan baku pupuk organik dimana limbah tersebut merupakan limbah yang dikeluarkan secara berkala dan menjadi potensi kebersihan lingkungan serta mendukung program ketahanan pangan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Mixture Design Linier (Scheffé) dan Neraca Massa, Rasio pencampuran bahan baku Filter Aid dan Kotoran Sapi sebesar 0,1582 : 0,842 atau 1:5 didapatkan parameter pupuk organic padat sesuai SNI dan Permentan 2019.

Kata Kunci


Limbah Industri dan Petenakan; Pupuk Organik; Ketahanan Pangan; Mixture Design Linier (Scheffé)

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aditya, D. 2025. Corn Cob Compost An Environmentally Friendly Base Fertilizer Solution PT Nuansa Cipta Indowarna Mandiri. Journal Of Agricultural Science And Agriculture Engineering Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya,Indonesia

Bernal, M. P., Alburquerque, J. A., & Moral, R. (2009). Composting of animal manures and chemical criteria for compost maturity assessment: A review. Bioresource Technology, 100(22), 5444–5453.

Balai Penelitian Tanah. 2012. Petunjuk teknis analisis kimia tanah, tanaman, air, dan pupuk. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

Badan Standardisasi Nasional. 2019. SNI 7763:2018 Pupuk Organik Padat.

Bank Indonesia, 2024. Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Februari 2024. https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/lpp/Documents/Laporan-Perekonomian-Provinsi-Jawa-Timur-Februari-2024.pdf?utm

Badan Pusat Statistik. 2024. Peternakan Dalam Angka 2024.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN). 2024. Laporan Bulanan Periode Januari 2024. Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. https://ditjenpen.kemendag.go.id/storage/laporan/Bn81SeYg347X1m3RDkdYzeNfgtzjGcLsQ65Vi8Pt.pdf?utm

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Disnakjatimprov). 2024. Statistik Populasi Ternak. https://www.disnak.jatimprov.go.id/web/data/statistikpopulasiternak

Google Patents (2017). Filter Aid Iron Content Specification. https://patents.justia.com/patent/9873640?utm

Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo.

Haug, R. T. 2018. The Practical Handbook of Compost Engineering. CRC Press.

Jonizar, & Martini, S. 2016. Analisa ketersediaan air sawah tadah hujan di Desa Mulia Sari Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin. Jurnal Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang, 4(4), Desember.

Kepmen Pertanian Republik Indonesia. 2019. SNI terkait pupuk organik tahun 2019 adalah Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah, dan bukan sebuah standar SNI tunggal. https://psp.pertanian.go.id/storage/494/Keputusan-Menteri-Pertanian-Nomor-261_KPTS_SR.310_M_4_2019-tentang-Persyaratan-Teknis-Minimal-Pupuk-Organik-Pupuk-Hayati-dan-Pembenah-Tanah.pdf

Kazemi, K., et al. 2016. Design of experiment (DOE) based screening of factors affecting municipal solid waste composting. Waste Management, 58, 107–117.

Lengkong, J. E., & Kawulusan, R. I. (2008). Pengelolaan bahan organik untuk memelihara kesuburan tanah. Soil Environment, 6(2), 91–97.

Nada, I. M., dkk. 2017. Optimasi sifat fisik tanah dengan kompos. Jurnal Teknologi Pertanian.

Nawir, N. W. M., Israeni, I., & Triana, A. 2025. Analisis Kandungan Unsur C-Organik, Nitrogen, Fosfor, Kalium pada Kompos Kotoran Sapi.

AGROVITAL Jurnal Ilmu Pertanian. https://journal.lppm-unasman.ac.id/index.php/agrovital/article/view/6373/pdf

Putra, I.K.P., & Seniari, N.M. (2024). Analisis Potensi Limbah Kotoran Sapi sebagai Energi Terbarukan. https://electrician.unila.ac.id/index.php/ojs/article/view/2738

Repository Kementerian Pertanian. Analisis Kandungan Unsur C-Organik, Nitrogen, Fosfor dan Kalium pada Kompos Kotoran Sapi dan Isi Rumen Sapi.

Scheffé, H. 1963. The simplex-centroid design for experiments with mixtures. Journal of the Royal Statistical Society: Series B, 25, 235–251.

Soekartawi. 2006. Agribisnis Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Press.

Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Subroto, M.A. 2018. Teknologi Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Pupuk Organik.

Watoni, A. H., & Buchari. 2000. Studi aplikasi metode potensiometri pada penentuan kandungan karbon organik total tanah. JMS, 5(1), 23–40.




DOI: https://doi.org/10.61316/jrma.v4i2.377

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International