Implementasi Perangkap Kumbang untuk Menekan Populasi Hama pada Tanaman Budidaya Kurma

Muhantyo Ramadhani, Maulana Zidane, Akmal Choliq, Muhammad Faiz Jiddan, Mirza Andrian Syah

Sari


Tanaman kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mulai banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman kurma adalah serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) yang dapat merusak bagian pucuk, pelepah, dan jaringan tanaman sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penggunaan perangkap kumbang serta mengevaluasi kemampuannya dalam menekan populasi hama pada area budidaya tanaman kurma. Penelitian dilaksanakan di Kurma Park Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada bulan April 2026 menggunakan metode observasi lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengamatan dilakukan melalui pemasangan tiga unit perangkap beratraktan feromon pada titik yang telah ditentukan dan diamati secara berkala setiap minggu. Parameter yang diamati meliputi jumlah kumbang yang tertangkap, distribusi tangkapan antar lokasi, serta perubahan jumlah tangkapan selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap kumbang berhasil menangkap 11 ekor kumbang tanduk selama periode pengamatan. Jumlah tangkapan tertinggi terjadi pada minggu kedua sebanyak 6 ekor (54,55%), kemudian menurun menjadi 3 ekor (27,27%) pada minggu ketiga dan 2 ekor (18,18%) pada minggu keempat. Penurunan jumlah tangkapan menunjukkan adanya kecenderungan berkurangnya aktivitas kumbang di sekitar area pemasangan perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkap kumbang berpotensi digunakan sebagai sarana monitoring sekaligus alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan pada budidaya tanaman kurma.

Kata Kunci


Feromon; Hama Perkebunan; Oryctes Rhinoceros; Pengendalian Hayati

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arsi, A.T., Sukma, A.T., SHK, S., Hamidson, H., Irsan, C., Suwandi, Pujiastuti, Y., Nurhayati, A. dan Gunawan, B. 2022. Penerapan Pemakaian Pestisida yang Tepat dalam Mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman Sayuran di Desa Tanjung Baru, Indralaya Utara. Jurnal SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 11(1): 108–116.

Gea, B., Mendrofa, C.F., Zendrato, B.F., Zalukhu, B.P. dan Zebua, H.P. 2024. Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Secara Terpadu. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 1(2): 199–205.

Indiati, S.W. dan Marwoto. 2017. Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Kedelai. Buletin Palawija, 15(2): 87–100.

Lestari, W. 2020. Pengaruh Ketinggian Perangkap Feromon dalam Mengendalikan Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) di Perkebunan PT Herfinta. Jurnal Agroplasma, 7(2): 80–84.

Mangudisang, R.A., Rimbing, J., Rante, C.S. dan Luuimengkab, A. 2020. Serangan Parlatoria blanchardii pada Beberapa Varietas Kurma (Phoenix dactylifera L.) di Pembibitan Mapanget Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal COCOS, 4(4): 1–7.

Margaretha, S., SHK, S. dan Irsan, C. 2024. Hubungan Tingkat Kepatuhan Petani Hortikultura Dataran Rendah Dalam Menggunakan Pestisida Terhadap Populasi Hama, Penyakit, Musuh Alami, dan Keamanan Produk. Planta Simbiosa, 6(2): 91–108.

Prihatiningrum, C., Nafi'udin, A.F. dan Habibullah, M. 2021. Identifikasi Teknik Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Cabai di Desa Kebonlegi Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. CEMARA, 18(1): 19–24.

Rusdiana, A. dan Karsono, D.B. 2002. Pengaruh Beberapa Jenis Pakan Alami Terhadap Siklus Hidup Rhynchophorus ferrugineus Oliv. (Coleoptera: Curculionidae) di Laboratorium. Jurnal Pertanian MAPETA, 5(15).

Zhahrani, E.M., Lihawa, M. dan Musa, N. 2024. Serangan Kumbang Badak pada Tanaman Kelapa di Desa Jati Mulya Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 12(3): 149–156.




DOI: https://doi.org/10.61316/jrma.v4i2.390

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International