Mutu Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Kepuasan Pasien di Poli Gigi Puskesmas Bantuas Kota Samarinda

Nordianiwati Nordianiwati

Sari


Mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut merupakan determinan penting kepuasan pasien pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kunjungan kasus penyakit gigi dan mulut di UPTD Puskesmas Bantuas Kota Samarinda meningkat dari 600 kasus (2022) menjadi 672 kasus (2023) dan 785 kasus (2024), dengan penyakit pulpa dan jaringan periapikal sebagai kasus terbanyak, yaitu 313 pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tiga dimensi mutu pelayanan menurut Institute of Medicine, yaitu ketepatan waktu, efisiensi, dan kesetaraan, dengan kepuasan pasien di Poli Gigi UPTD Puskesmas Bantuas. Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan potong lintang ini melibatkan 59 pasien dewasa berusia 20–64 tahun penderita penyakit pulpa yang dipilih secara purposive sampling dari populasi 457 pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert empat poin yang telah diuji validitas (r hitung > r tabel 0,444) dan reliabilitas (? Cronbach 0,721–0,898). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji kai kuadrat dengan koreksi kontinuitas Yates pada taraf kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 72,9% responden berada pada kategori kurang puas. Ketiga dimensi mutu berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien, yaitu ketepatan waktu (p = 0,017), efisiensi (p = 0,017), dan kesetaraan (p < 0,001). Dimensi kesetaraan memberikan besaran asosiasi terkuat, yang mengindikasikan bahwa persepsi ketidaksetaraan perlakuan, terutama yang dikaitkan dengan status kepesertaan jaminan kesehatan, merupakan sumber ketidakpuasan paling dominan. Penguatan tata kelola antrean, pemenuhan sarana kedokteran gigi, dan penerapan prinsip nondiskriminasi direkomendasikan sebagai prioritas perbaikan mutu.

Kata Kunci


Efisiensi; Kepuasan Pasien; Kesetaraan; Ketepatan Waktu; Mutu Pelayanan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afrioza, S., & Baidillah, I. (2021). Hubungan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Sepatan. Jurnal Praktik dan Pendidikan Keperawatan, 1(2), 169–180.

Alhozgi, A., Feine, J. S., Tanwir, F., Shrivastava, R., Galarneau, C., & Emami, E. (2021). Rural-urban disparities in patient satisfaction with oral health care: A provincial survey. BMC Oral Health, 21, 261. https://doi.org/10.1186/s12903-021-01613-0

Al Ghanem, E. J., AlGhanem, N. A., AlFaraj, Z. S., AlShayib, L. Y., AlGhanem, D. A., AlQudaihi, W. S., & AlGhanem, S. Z. (2023). Patient satisfaction with dental services. Cureus, 15(11), e49223. https://doi.org/10.7759/cureus.49223

Dewinta, N. Y. T., Hilmiy, I. R., & Mita, T. (2023). Hubungan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan minat berobat kembali pasien BPJS dan non-BPJS melalui tingkat kepuasan pasien di Poli Gigi Puskesmas Tinewati Tasikmalaya [Skripsi]. Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

Institute of Medicine. (2001). Crossing the quality chasm: A new health system for the 21st century. National Academy Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mariati, N. W., & Maryono, J. (2023). Kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Bitung Barat Maesa. JIGIM (Jurnal Ilmiah Gigi dan Mulut), 7(1), 15–24. https://doi.org/10.47718/jgm.v7i1.2490

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Pratiwi, R. P. (2022). Hubungan mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap tingkat kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di puskesmas akreditasi paripurna Kota Palembang [Tesis]. Universitas Sriwijaya.

Seif, S., Shah, J., Chandani, A., & Ali, S. K. (2025). The perception of waiting times on patient satisfaction and patient care: A cross-sectional study at a tertiary health care institution in Kenya. PLOS ONE, 20(5), e0322015. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0322015

Shubayr, M. A., Kruger, E., & Tennant, M. (2022). Geographic accessibility to public dental practices in the Jazan region of Saudi Arabia. BMC Oral Health, 22, 249. https://doi.org/10.1186/s12903-022-02279-y

Simamora, F. D., Ratu, J. M., Roga, A. U., Weraman, P., & Nope, H. A. (2023). Relationship between oral health service quality and patient satisfaction at community health centers in Kupang city during COVID-19 pandemic. Padjadjaran Journal of Dentistry, 35(1), 86–90. https://doi.org/10.24198/pjd.vol35no1.40111

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. ke-2). Alfabeta.

Ulumiyah, N. H. (2018). Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan penerapan upaya keselamatan pasien di puskesmas. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 149–155.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. (2023). Pemerintah Republik Indonesia.

World Health Organization. (2022). Global oral health status report: Towards universal health coverage for oral health by 2030. World Health Organization.

Zhang, H., Ma, W. M., Zhu, J. J., Wang, L., Guo, Z. J., & Chen, X. T. (2023). How to adjust the expected waiting time to improve patient's satisfaction? BMC Health Services Research, 23, 455. https://doi.org/10.1186/s12913-023-09385-9




DOI: https://doi.org/10.61316/jrma.v4i2.457

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International